Sejarah

Dahulu kala disebuah kampung ada sepasang suami istri yang hidup bahagia aman dan damai, sepasang suami istri tersebut sangat rajin dan tekun bekerja, yang laki-laki bernama Ki Kedung dan istrinya bernama Nyi Sana.

Tempat tinggal Ki Kedung dan Nyi Sana dilalui oleh sebuah sungai yang membujur keutara. Sungai tersebut bernama “SOKA” yang mata airnya dari Gunung Ciremai dan bermuara di Bondet. Sungai soka membagi Desa Kedungsana menjadi dua, Blok Timur dan Blok Barat dan sampai di ZBlok Soka sungai membelok kearah Timur Laut dan membagi Soka Utara dan Soka Selatan.

Sekitar tahun 1450M, Ki Kedung dan Nyi sana mulai kenal dengan Ki Kuwu Cirebon. Pada waktu itu Ki Kuwu Cirebon dengan perahunya singgah ditempat kediaman Ki Kedung dan Nyi Sana sambil menyebarkan agama islam, hubungan mereka sangat dekat dan semakin erat sehingga Ki Kedung dan Nyi Sana sering berkunjung kerumah Ki Kuwu Cirebon.

Ki Kedung mendapat tugas untuk menjaga hutan yang ada di Kedungsana yang akhirnya tempat itu dinamai “JAGAWANA”. Ketika itu wilayah Cirebon merupakan bawahan Mataram untuk menjaga “NAGARUNTING” karena Ki Kedung sudah tua maka tugas itu dibebankan kepada anaknya yang bernama KI JENGGOT.

Ki Jenggot mewakili Ki Kedung untuk berangkat ke Mataram dengan dibekali keris kober. Pada waktu itu raja Mataram bernama Senopati Nalaga Panatagama Ing Tana Jawa anak Ki Ageng Pamanahan. Kebanyakan kuwu-kuwu yang mendapat tugas di Mataram tinggal namanya saja. Kalau malam piket esok harinya meninggal Dunia.

Setelah sampai di Mataram Ki Jenggot disuruh menjaga benda-benda jimat diantaranya keris nagarunting. Ceritanya pada waktu tengah malam dari dalam karam keluar seekor ular besar kemudian keris kober yang diberi nama”Plumpungan” yang berasal dari Cirebon, keluar sendiri dari sarungnya langsung menghadapi ular tersebut. Ular tersebut berubah menjadi keris kembali. Akhirnya keris dengan keris bertanding akhirnya mataram menang. Begitu berharganya keris itu, maka dijadikanlah nama sebuah Desa yang menjadi tempat tinggal terakhir Ki Kedung disebuah Kabupaten Kulon Progo, yaitu Desa “PLUMBON”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *